ANALISIS PENGARUH RASIO – RASIO RISK BASED BANK RATING

Description
The purpose of this research is to analyze the influence of the Non Performing Loan, Good Corporate Governance, Return On Asset and Capital Adequacy Ratio of Earnings Growth Banking firm listed on Indonesia Stock Exchange during 2012-2015. The Using

Please download to get full document.

View again

of 23
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
Information
Category:

Humor

Publish on:

Views: 2 | Pages: 23

Extension: PDF | Download: 0

Share
Transcript
  ANALISIS PENGARUH RASIO  –   RASIO RISK BASED BANK RATING  TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BEI Yani Suryani Azwansyah Habibie Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Medan Abstract The purpose of this research is to analyze the influence of the Non Performing Loan, Good Corporate Governance, Return On Asset and Capital Adequacy Ratio of Earnings Growth Banking firm listed on Indonesia Stock Exchange during 2012 - 2015. The Using of analyzing method is by multiple regression analysis. For examine of the independent variable to dependent variable partially and simultaneously with significant alpha 5%. The Result of this study show that Non Performing Loan, Good Corporate Governance, Return On Asset and Capital Adequacy Ratio influence Earnings Growth simultaneously. But Only Return On Asset that influence profitability partially significant. Non Performing Loan, Good Corporate Governance and Capital Adequacy Ratio do not influence  profitability significantly. Keywords: Banking Firm, Earnings Growth, Risk Based Bank Rating Ratio Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh. Terhadap  perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2012 - 2015. Penggunaan metode analisis dilakukan secara multipel. analisis regresi. Untuk menguji variabel independen terhadap variabel terikat secara parsial dan simultan dengan alpha signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Non Performing Loan, Good Corporate Governance, Return On Asset dan Capital Adequacy Ratio mempengaruhi Pertumbuhan Laba secara simultan. Tapi Only Return On Asset yang mempengaruhi profitabilitas sebagian signifikan. Non Performing Loan, Good Corporate Governance dan Capital Adequacy Ratio tidak mempengaruhi profitabilitas secara signifikan.   Kata Kunci: Perbankan, Pertumbuhan Laba, Rasio Penilaian Bank Berbasis Risiko  Pendahuluan Ukuran prestasi suatu bank umumnya dapat dilihat dari berapa besar laba yang dapat dihasilkan perusahaan tersebut. Tingkat kemampulabaan (  profitabilitas ) suatu bank mencerminkan kemampuan bank untuk bertahan dalam kondisi ekonomi yang kompetitif. KITABAH: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Syariah | Vol. 1 | No. 1 | 2017ISSN: 2407-7127  KITABAH  : Volume 1. No. 1 Januari  –   Juni 2017 47 Bank sebagai suatu lembaga keuangan memiliki fungsi menghimpun dana dari masyarakat dan kemudian menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam jangka waktu tertentu. Adanya fungsi bank tersebut telah menjadikan  pertumbuhan suatu bank ditentukan oleh seberapa besar kemampuan bank dalam menghimpun dana simpanan (deposit), dan seberapa besar kemampuannya untuk menyalurkan dana tersebut kepada masyarakat dalam bentuk aktiva produktif, sehingga bank dapat menghasilkan laba yang diharapkan. Krisis ekonomi tahun 1998 dan krisis global tahun 2008 di Indonesia, tentunya belum lepas dari ingatan kita dimana dampak krisis mengakibatkan  bank-bank mengalami penurunan laba usaha, sehingga bank harus berusaha mempertahankan eksistensinya di perbankan nasional. Penurunan laba ini terutama disebabkan beban biaya ( cost of funds ) yang semakin tinggi, selain itu sumber pemicu kerugian bank lainnya adalah transaksi valuta asing, terutama  pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), meningkatnya kredit macet, kesulitan likuiditas dan banyak faktor lainnya. Dengan potensi kerugian finansial yang terus mengancam tidak tertutup kemungkinan menyebabkan bank mengalami kepailitan hingga bank tersebut dilikuidasi. Bank Indonesia selaku Bank Sentral di Indonesia berupaya untuk melaksanakan fungsi, tugas dan wewenang dalam mengatur dan mengawasi kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan dengan mengeluarkan berbagai kebijakan. Salah satunya adalah Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/1/PBI/2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum yang mewajibkan Bank untuk melakukan penilaian sendiri (  self assesment  ) tingkat kesehatan Bank dengan  pendekatan risiko (  Risk Based Bank Rating     / RBBR ) baik secara individual maupun secara konsolidasi, dengan cakupan penilaian meliputi faktor-faktor sebagai berikut : Penilaian faktor Profil Risiko (  Risk Profile ) meliputi risiko kredit, risiko pasar, risiko operasional, risiko likuiditas, risiko hukum, risiko stratejik, risiko kepatuhan dan risiko reputasi; Penilaian faktor Good Corporate Governance meliputi  governance structure, governance proses  dan  governance output  ; Penilaian faktor Rentabilitas (  Earnings ) dapat menggunakan  parameter/indikator  Return on Asset (ROA)  dan Penilaian Faktor Permodalan ( Capital  ) dapat menggunakan parameter Rasio Kecukupan Modal / Capital  Adequecy Ratio (CAR)  untuk menghasilkan Peringkat Komposit Tingkat  Yani Suryani & Azwansyah Habibie : Analisis Pengaruh Rasio 48 Kesehatan Bank. Pendekatan  Risk Based Bank Rating  /  RBBR  tersebut merupakan  penyempurnaan dari pendekatan yang digunakan sebelumnya yaitu CAMELS. Penyempurnaan pendekatan penilaian tingkat kesehatan bank umum dengan pendekatan risiko tersebut diharapkan akan mendorong peningkatan efektivitas penerapan Manajemen Risiko dan Good Corporate Governance/GCG  dengan tujuan agar Bank mampu mengidentifikasi permasalahan secara lebih dini sehingga dapat melakukan perbaikan sesuai kebutuhan dengan lebih cepat yang nantinya diharapkan Bank akan mampu menghadapi berbagai krisis yang terjadi. Profitabilitas dalam bentuk laba disimpan, biasanya merupakan salah satu sumber utama penghasilan modal. Sebuah sistem bank yang sehat dibangun diatas kapitalisasi bank yang menguntungkan dan memadai. Profitabilitas adalah indikator pengungkap posisi kompetitif sebuah bank di pasar perbankan dan kualitas manajemennya (Greuning dan Bratanovic, 2011). Menurut Simamora (2000), laba perusahaan dari tahun ke tahun dapat meningkat atau mengalami  penurunan. Peningkatan laba yang stabil dari suatu perusahaan perbankan menunjukkan bahwa pertumbuhan laba perusahaan perbankan baik. Demikian sebaliknya, penurunan laba dari tahun ke tahun menunjukkan bahwa pertumbuhan laba perusahaan kurang baik. Pertumbuhan laba yang baik merupakan isyarat kinerja perusahaan yang baik yang akan menaikkan nilai perusahaan (Simorangkir, 2003). Penelitian mengenai Pengaruh Tingkat Kesehatan Bank terhadap Pertumbuhan Laba telah dilakukan Lubis, A (2013), yang menunjukkan bahwa Capital Adecuecy Ratio (CAR)  berpengaruh secara signifikan terhadap  pertumbuhan laba,  Non Performing Loan (NPL)  berpengaruh signifikan terhadap  pertumbuhan laba dan  Loan Deposit Ratio (LDR)  berpengaruh signifikan terhadap  pertumbuhan laba. Sedangkan penelitian yang dilakukan Fathoni, dkk (2012) menunjukkan Capital Adecuecy Ratio (CAR)  berpengaruh terhadap pertumbuhan laba,  Non Performing Loan (NPL)  berpengaruh terhadap pertumbuhan laba,  Net  Profit Margin (NPM)  tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba,  Return On  Asset (ROA)  berpengaruh terhadap pertumbuhan laba dan  Loan Deposit Ratio (LDR)  tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Berdasarkan latar belakang masalah penelitian maka permasalahan yang akan dianalisis adalah pengaruh parsial maupun simultan  Non Performing Loan  (NPL), Good Corporate Governance (GCG),  Return On Asset   (ROA), Capital  KITABAH  : Volume 1. No. 1 Januari  –   Juni 2017 49  Adequacy Ratio  (CAR) terhadap Pertumbuhan Laba Perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEI. Kajian Pustaka Dan Pengembangan Hipotesis 1.   Pengertian Bank Menurut Undang  –   Undang Nomor 10. Tahun1998 tentang perubahan atas UU No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan bahwa, Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau dalam bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Adapun pada ayat 1 dijelaskan tentang definisi perbankan, perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan  proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya (Fahmi, I : 2014). Pengertian bank yang lain, dapat juga kita temui dalam kamus istilah hukum Fockema Andreae yang mengatakan bahwa bank adalah suatu lembaga atau orang pribadi yang menjalankan perusahaan dalam menerima dan memberikan uang dari dan kepada pihak ketiga (Hermansyah dalam Fahmi, I : 2014). Sedangkan menurut Latumaerissa, J.R. (2014), Bank Umum didefinisikan sebagai suatu badan usaha yang kegiatan utamanya menerima simpanan dari masyarakat dan atau pihak lainnya, kemudian mengalokasikannya kembali untuk memperoleh keuntungan serta menyediakan jasa  –   jasa dalam lalu lintas  pembayaran. Dan pengertian bank yang lain dikemukankan oleh Silvanita, K (2009), Bank adalah anggota lembaga keuangan yang paling dominan, mampu memobilisasi dana, mengumpulkan dan mengalokasikan dana dalam jumlah besar dibandingkan anggota lembaga keuangan lainnya. Berdasarkan uraian di atas dapat dijelaskan bahwa Bank merupakan  perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya usaha perbankan selalu  berkaitan dengan masalah bidang keuangan. Jadi dapat disimpulkan bahwa usaha  perbankan meliputi tiga kegiatan utama yaitu : a.   Menghimpun dana  b.   Menyalurkan dana dan c.   Memberikan jasa Bank lainnya.  Yani Suryani & Azwansyah Habibie : Analisis Pengaruh Rasio 50 Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok  perbankan. Sedangkan kegiatan memberikan jasa-jasa bank lainnya hanyalah merupakan pendukung dari kedua kegiatan di atas. 2.   Fungsi dan Tujuan Bank Didalam UU No. 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UU No. 7 tahun 1992 tentang perban kan Bab II Pasal 3, menyatakan bahwa “fungsi utama  perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat” Sedangkan tujuan bank dalam UU No. 7 tahun 1992 tentang perbankan Bab III  pasal 4, menyatakan bahwa : “Perbankan Indonesia bertu  juan menunjang  pelaksanaan pembangunan masyarakat dalam rangka pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat  banyak.”   3.   Kegiatan Usaha Bank   Kegiatan usaha utama bank menurut Susuilo, dkk (2000)   adalah  penghimpunan dan penyaluran dana. Penyaluran dana dengan tujuan untuk memperoleh penerimaan akan dapat dilakukan apabila dana telah dihimpun. Penghimpunan dana dari masyarakat dapat dilakukan dengan cara-cara tertentu sehingga efisien dan dapat disesuaikan dengan rencana penggunaan dana tersebut. Keberhasilan suatu bank dalam memenuhi maksud tersebut tidak terlepas dari : kepercayaan masyarakat, perkiraan tingkat pendapatan, risiko penyimpanan dana dan pelayanan yang diberikan oleh bank. 4.   Pengertian Tingkat Kesehatan Bank   Pengertian tingkat kesehatan bank menurut Peraturan Bank Indonesia  Nomor 13/ PBI/1/2011 bahwa Tingkat Kesehatan Bank adalah hasil penilaian kondisi bank yang dilakukan terhadap risiko dan kinerja bank. Bank wajib memelihara dan atau meningkatkan Tingkat kesehatan bank dengan menerapkan  prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko dalam melaksanakan kegiatan usaha. Bank wajib melakukan penilaian tingkat kesehatan dengan menggunakan  pendekatan risiko (  Risk Based Bank Rating / RBBR ) baik secara individual maupun konsolidasi.
Related Search
We Need Your Support
Thank you for visiting our website and your interest in our free products and services. We are nonprofit website to share and download documents. To the running of this website, we need your help to support us.

Thanks to everyone for your continued support.

No, Thanks